Sejauh saya mengerti budaya Sumatera Barat, sejauh itu saya tertarik dengan tempat ini. Saya (sekarang) berpacaran dengan seorang lelaki asal Solok. Lahir di ranah Minang, tumbuh dalam dialek Minang, besar dalam pendar-pendar primordialisme khas remaja Minang. Praktis, saya cepat akrab dengan budaya Minang, sekalipun belum pernah menginjakkan kaki keluar dari jeruji-jeruji kesentrisan pulau Jawa.
Lelaki saya yang berpuak Jambak ini, Alfian, yang membuat saya cukup fasih bercerita dan berbicara dalam budaya dan bahasanya.
Tulisan ini semata-semata hanya sebagai referensi Anda yang ingin belajar bahasa Minang.
SAPAAN
Orang Minang (untuk juga menyebut semua orang di Sumatera Barat) biasanya menyapa dengan kalimat “Ba a kaba?” atau “Apo kaba?”
Contoh:
Ba a kaba? Lai aman-aman se? (Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?)
KATA GANTI SUBJEK
Aku
Untuk percakapan dengan teman, yang sering dipakai adalah kata “Awak”. Untuk sebutan yang lebih kasar (biasanya percakapan santai antar para pria), bisa pakai kata “Aden” (kata ini haram untuk diucapkan wanita). Dalam lagu-lagu Minang tentang percintaan yang mendayu-dayu, mereka menyebut diri sendiri dengan kata “Denai”. Kata “Denai” kalau dalam bahasa Jawa mungkin kira-kira sama dengan “Sliraku”. Lebih halus. Bisa juga pakai “Ambo”, tapi jarang sekali digunakan.
Perempuan lebih sering menyebut namanya daripada memakai kata “Awak”. Kesannya memang agak kekanak-kanakan. Mereka biasanya menggunakan bagian akhir dari namanya. Sebagai contoh, perempuan Minang bernama Dina akan memakai “Na” yang diambil dari suku terakhir nama panggilannya untuk menyebut dirinya sendiri. Ia akan bilang: “Na sadang sibuk.” (Dina sedang sibuk). Lain lagi dengan perempuan bernama Asri yang akan bilang: “Iko baju I.” (Ini baju Asri). Dan sebagainya.
Kamu
Orang Minang menyebut lawan bicara langsung dengan nama mereka. Jadi mungkin (setahu saya) tidak ada kata “Kamu” dalam bahasa ini. Saya merasakan kesan akrab dalam cara berkomunikasi seperti ini. Karena mau tidak mau mereka harus selalu hafal nama orang kan? Agak sulit bagi saya yang sulit mengingat nama orang. Dalam bahasa Minang yang lebih kasar, mereka mengganti kata “Kamu” dengan “Ang”. Contoh: “Manga ang ka siko?” (Kenapa kamu kesini?)
Orang ketiga
Dia = Inyo
Yang dihormati
Sebutan untuk perempuan yang lebih tua atau dihormati = Uni
Sebutan untuk pria yang lebih tua atau dihormati = Uda
PERTANYAAN
- Apa = Apo, disingat A
- Bagaimana = Bagaimano, disingkat Ba a
- Berapa = Barapo, disingkat Bara
- Dimana = Dimano, disingkat Dima
- Darimana = Dari mano, disingkat Dari ma
- Mana = Mano, disingkat Ma
- Siapa = Siapo, disingat Sia
- Kapan = Bilo
- Mengapa = Mangapo, disingkat Manga
- Kenapa = Dek a
Jadi kalau mau tanya “Bagaimana caranya?”, bisa pakai “Ba a caronyo?” atau “Bagaimano caronyo?”. Kata tanya yang disingkat lebih sering dipakai, terlebih dalam percakapan sehari-hari.
KATA PENUNJUK
- Ini = Iko
- Itu = Itu
- Sini = Siko
- Sana = Sinan
- Situ = Situ
RUMUS BAHASA
Sebenarnya belajar bahasa Minang sangat mudah, karena banyak kata yang diadopsi dari bahasa Indonesia (mungkin malah bahasa Indonesia yang mengadopsi bahasa Minang). Hanya saja kata-kata itu mengalami semacam penggubahan sesuai dialek mereka.
Pemakaian huruf O
Kalau Anda sering melihat film dan ada karakter orang Minang disitu, yang Anda paling ingat mungkin pemakaian huruf O yang kerap mun cul. Bahasa Minang mengubah kata dalam bahasa Indonesia yang berakhiran A menjadi berakhiran O.
Contoh:
Cara = Caro
Belanja = Balanjo
Suka = Suko
Ada = Ado
Iya = Iyo
Baca = Baco
Janda = Jando
Nama = Namo
Pengubahan –at menjadi –ek
Sebagian besar kata dalam bahasa Indonesia yang berakhiran –at berubah menjadi berakhiran –ek dalam bahasa Minang. Bunyikan –ek seperti mengucapkan “mbek” dalam kata “Lembek”.
Contoh:
- Rapat = Rapek
- Sarat = Sarek
- Kawat = Kawek
- Dapat = Dapek
- Hambat = Hambek
- Lambat = Lambek
- Silat = Silek
- Giat = Giek
- Kuat = Kuek
Bedakan dengan contoh berikut:
- Berat = Barek
- Lebat = Labek
- Tepat = Tapek
- Penat = Panek
- Merambat = Marambek
- Keringat = Karingek
Perhatikan bahwa keenam contoh di atas tidak berubah menjadi “Berek”, “Lebek”, “Tepek”, “Penek” atau “Merembek”, melainkan “Barek”, “Labek”, “Dabek”, “Panek” dan “Marambek”. Suku kata pertama yang mengandung huruf E memang biasanya berubah menjadi A.
Pengubahan –as menjadi –eh
Contoh:
- Panas = Paneh
- Beras = Bareh
- Gelas = Galeh
Pengubahan -ir menjadi –ia
Contoh:
- Air = Aia
- Alir = Alia
- Cibir = Cibia
- Pelintir = Palintia
- Semir = Samia
Pengubahan –ur menjadi –ua.
Contoh:
- Aur = Aua
- Baur = Baua
- Lebur = Labua
- Tabur = Tabua
Pengubahan –ut menjadi –uik
Contoh:
- Rambut = Rambuik
- Laut = Lauik
- Takut = Takuik
- Kentut = Kantuik
- Perut = Paruik
- Ikut = Ikuik
- Lembut = Lambuik
- Rebut = Rabuik
Pengubahan –uk menjadi –uak
Contoh:
- Keruk = Karuak
- Beruk = Baruak
- Buruk = Buruak
Pengubahan –uh menjadi –uah
Contoh:
- Bunuh = Bunuah
- Tujuh = Tujuah
- Peluh = Paluah
Pengubahan –us menjadi –uih
Contoh:
- Putus = Putuih
- Halus = Haluih
- Kurus = Kuruih
Pengubahan –ung menjadi –uang
Contoh:
- Bingung = Binguang
- Panggung = Pangguang
- Hidung = Hiduang
Pengubahan –ih menjadi –iah
Contoh:
- Lebih = Labiah
- Pedih = Padiah
- Letih = Latiah
Pengubahan –ing menjadi –iang
Contoh:
- Keling (hitam) = Kaliang
- Pening = Paniang
- Kucing = Kuciang
Pengubahan –il menjadi –ia
Contoh:
- Ganjil = Ganjia
- Bedil = Badia
- Sambil = Sambia
Pengubahan –is menjadi –ih
Contoh:
- Gadis = Gadih
- Manis = Manih
- Menangis = Manangih
Pengubahan -ap menjadi -ok
Contoh:
- Gelap = Galok
- Suap = Suok
- Sulap = Sulok
Tidak mutlak semua kata bisa diubah sesuai rumus diatas.
Sejatinya, pengubahan akhiran pada kata-kata tersebut tidak perlu dihafalkan. Logat Minang bisa serta-merta Anda kuasai tanpa menghafal kalau Anda terbiasa berlatih dan berkomunikasi dengan bahasa ini.
KALIMAT NEGATIF
Kalimat negatif dalam bahasa Minang memiliki pola yang mirip dengan kalimat negatif dalam bahasa Perancis. Mungkin juga ada bahasa lain di dunia ini yang memiliki pola sama. Sejauh ini, karena kebetulan saya sedang mempelajari bahasa Perancis, so this is the one I clearly know.
Pola kalimat negatif dalam bahasa Perancis: Subjek + ne + Kata Kerja + pas + Objek / Pelengkap.
Contoh:
Kalimat positif => Je suis étudiante (Saya seorang mahasiswa)
Kalimat negatif => Je ne suis pas étudiante (Saya bukan mahasiswa)
Pola dalam bahasa Padang: Subjek + indak + Kata Kerja + Objek / Pelengkap + do.
“Pas” dalam bahasa Perancis sama fungsinya dengan “Do” dalam bahasa Minang. Bedanya “Do” selalu diletakkan di akhir kalimat dalam bahasa Minang.
Contoh:
- Iko lamak (ini enak) => Iko indak lamak do (ini tidak enak)
- Awak suko bagarah (Aku suka becanda) => Awak ndak suko bagarah do (Aku tidak suka becanda)
- Ndak ba a do (Tidak apa-apa)
- Ndak ado lai do (Tidak ada lagi)
HURUF E
Orang Minang, seperti juga orang Melayu lainnya, agak sulit membedakan huruf E. Seperti yang kita ketahui, kita memiliki tiga jenis huruf E. Kalau dalam bahasa Perancis, ada tiga aksen untuk huruf E, yaitu accent éigu (é), accent grave (è) dan accent circonflexe (ê).
Dalam bahasa Indonesia, tiga E itu adalah:
- E seperti mengucapkan “Ekor”
- E seperti mengucapkan “Emas”
- E seperti mengucapkan “Elektronik”
Nah, orang Minang sulit membedakan ketiga E ini, sehingga maklumi saja apabila suatu saat Anda mendengar orang Minang yang agak ganjil cara mengucapkan sesuatu yang mengandung huruf E. Seringkali mereka mengucapkan “me” dalam kata “Nasionalisme” seperti mengucap E pada kata “Ekor” atau mungkin “Elektronik”, padahal seharusnya ia harus diucapkan seperti melafalkan kata “Emas”. Et cetera.
KATA KOTOR
Sebaiknya Anda harus tau daftar kata-kata kotor, bukan Cuma dalam bahasa Minang tapi juga dalam bahasa lainnya.
Pantek
Teman saya pernah mengeluhkan kata ini. Ada orang Minang di samping kamar kostnya yang sering meneriakkan kata “Pantek” terhadap istrinya dengan tingkat desibel yang cukup tinggi untuk mengganggu waktu bersantainya.
Apa sih arti “Pantek”? Saya sering berdebat mengenai hal ini dengan Alfian. Kalau ditanya, dia pasti akan menjawab itu tidak ada artinya dan memang lazim dipakai untuk meneriakkan kemarahan atau kekecewaan. Ada juga yang bilang “Pantek” adalah alat kelamin perempuan yang dipakai untuk berkata kotor.
Menurut saya, sesuai rumus yang saya jabarkan di atas, “Pantek” dalam bahasa Indonesia adalah “Pantat”. Entah pantatnya perempuan atau laki-laki, sama saja (saya pikir, pantat bukan monopoli perempuan saja). Dalam rumus saya, kata yang berakhiran –at akan berubah berakhiran –ek dalam bahasa Minang. Pendeknya, “Pantat” mau tak mau harus bermanuver menjadi “Pantek”. Itu saja. Tidak ada yang mampu mengubah pendirian saya.
Ada yang bilang “Pantek” itu kasusnya sama seperti kata “Asu” dalam bahasa Jawa. “Asu” adalah anjing dalam bahasa Jawa. Orang Jawa berteriak “Asu” untuk mengekspresikan kemarahan, bukan karena ingin memanggil anjing.
Ya sama saja toh, dia menyamakan hal yang membuatnya marah itu dengan anjing (yang memang ditakdirkan untuk menjadi objek penderita). Orang Minang pun menyamakan hal yang membuatnya marah dengan pantat (yang ditakdirkan menjadi bagian tubuh pertama yang merasakan imbas ekskresi manusia). Secara filosofis, tidak ada masalah dengan itu.
Kanciang
“Kanciang” tidak mengacu pada kata “Kancing”, karena orang Minang lebih suka memakai kata “buah baju” untuk menyebut kancing baju. “Kanciang”, exactly berarti “Kencing”.
Kantuik
“Kantuik” berarti “Kentut”. Hmm, worth it..
Galadak
I don’t have any idea..
Dan..
Nama-nama hewan yang lazim didzikirkan ketika sedang kesal.
KOSA KATA LAIN
Tidak semua kata dalam bahasa Indonesia yang bisa diubah sesuai yang saya rumuskan untuk menjadi kata dalam bahasa Minang. Ada kata lain yang memang harus dihafalkan kalau Anda memang ingin mempelajarinya.
Contoh:
- Uang = Pitih
- Perempuan = Padusi
- Jangan = Jan
- Beri = Agiah
- Celana = Sarawak
- Belum = Alun
- Sudah = Alah
- Saja = Se
- Besar = Gadang
- Tua = Gaek
- Kecil = Ketek
- Celah = Cikunek
- Dan masih sangat sangat banyak lainnya.. (updated)
Orang Minang juga punya cara Minang sendiri yang terbawa saat ia berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Mungkin agak ganjil kalau Anda belum terbiasa. Contohnya, mereka sering menyebut kata “Bensin” dengan “Minyak”.
Yang jelas prinsipnya sama saja ketika Anda ingin mempelajari sesuatu yang baru. Practice makes perfect!




42 comments
Comments feed for this article
September 6, 2009 at 10:05 pm
zulham
Wah, pengen juga ni belajar bahasa minang!
September 7, 2009 at 1:11 pm
Arleta Fenty
ya silakan
October 18, 2009 at 9:19 pm
2ty
sbg orang minang, sng sekali baca tulisan kamu..
sedikit, perlu diedit, celana = sarawa bukan sarawak..
October 19, 2009 at 10:04 am
Arleta Fenty
waw.. makasih.. ok segera saya ralat.
May 4, 2010 at 8:43 pm
paijo
kok susah ya ngapalinya
May 6, 2010 at 4:00 pm
Arleta Fenty
anda kurang beruntung
April 10, 2011 at 5:30 am
aan
wah…nice posting nih… sanang ahti ambo mambaconyo….hahaha
o.y,,, pengen nambahin… ada lagi kata tanya : ke mana = kama.., pergi = pai,, mau= nio,,, jadi kalo mau nanya : “mau pergi ke mana??? ,, bahasa minang nya =====> nio pai kama???
May 9, 2010 at 6:24 pm
ulfiarahmi
masih belajarkah?
May 11, 2010 at 4:38 pm
Arleta Fenty
iya dong. ternyata banyak kata2 baru yang gak masuk rumus
June 9, 2010 at 5:01 pm
Laily
KaKagh MaKasi aRtikelx … …
August 20, 2010 at 5:40 pm
morieadv
Saya jg orang minang.
Saya ralat juga y :
sulap bhs padangx bukan sulok. Tp tetap sulap kyknya.
Btw,sya jg sdg blajar bhs jwa.Mgkn kta bsa share each other.
Hehe
aku arep sinau boso jowo kerno aku kuliahe nang jowo..dadi koNco2ku woNG jowo kaBeh. Nek kowe iso rewange aku,,rewangno yo.MatUR nuwun.(haha,,ra genah yo,bner po ra boso jowoku)
August 21, 2010 at 10:48 am
Arleta Fenty
ha iya. karena sudah nyusun sendiri rumusnya, jadi suka keras kepala ‘meminangkan’ semua bahasa indonesia. tapi untuk kasus ‘sulap’ tadi, saya pernah konfirmasi ke orang minang, katanya benar. coba nanti saya referensi lagi.
August 13, 2011 at 5:34 pm
rang minang
saya juga orang minang asli…
kalau sulap, etap aja sulap…
April 30, 2011 at 2:56 am
arif
boso jowo mu malah luweh apek,…
wes lancar kuwi,…
aku pengen eroh,…
arti kata Pantek Opo,…?
wes buka2 web site dadi mumet aku,… enek le ngomong boso apek, enek le ngomong boso kasar,… endi to le bener,…?
October 30, 2011 at 10:25 am
Vicca Bin 'Adi
haha apik- apik, panjenengan saget sianau sareng kulo!
August 29, 2010 at 11:17 pm
Cha*ncut
wuih nice posting
saya jg punya pacar orang minang, dari Riau tepatnya..
liat posting ini jd kepengen belajar juga hahaha
suka penasaran kalau dengar dia ngomong.
ayo² diperbanyak lg kosakata nya
November 14, 2010 at 2:19 pm
Darus selian
mumpung ad ustd dari padang jd ana hendak bljr bhs minang
March 23, 2011 at 3:56 pm
wiraa
nice posting
kalo bisa di lanjutin dong
kata yang di hilangkan huruf di belakangnya
contoh:
kasar = kasa
pasar = pasa
jual = jua
lebar = leba
hehe
sebagai orang minang juga aku salut deh
March 23, 2011 at 3:59 pm
wira noviardi
nice posting
kalo bisa di lanjutin dong
kata yang di hilangkan huruf di belakangnya
contoh:
kasar = kasa
pasar = pasa
jual = jua
lebar = leba
hehe
sebagai orang minang juga aku salut deh
March 28, 2011 at 2:42 pm
shara
nice
saya orang Minang tapi ga bisa bahasa Minang, jadi malu nih.. suku lain aja ‘berusaha’ mempelajarin bahasa suku sayaa :p
tapi sekarang sedang belajar bahasa minang sekaligus adat+budayanya kok :p
anw, jangan bilang ‘bahasa padang’ dong.. itu ‘bahasa minang’. milik keseluruhan urang minang, bukan cuma orang padang
June 15, 2011 at 4:49 am
dobelden
klo berakhiran O dan e ( bagaimano ) di sumatera selatan, pekanbaru dan jambi pun sama.
ndak bukannya menjadi indak?
aku termasuk yg paling lama bergaul dan berkawan dengan orang padang ( SD-SMA ) dan saat itu fasih bahasa minang, skr sih lupa hehe
yg disayangkan saya belum pernah menginjakkan kaki dinagari minangnya ni.. my wish suatu saat aku akan ke padang… doakan yaks
June 15, 2011 at 5:38 am
Esha
Nice. Tapi ada koreksi.
Sulap = Sunglap, bukan sulok.
June 15, 2011 at 5:51 am
armen
uni, ijin copas ke blog saya ya.
June 26, 2011 at 4:59 am
sovia
pantek = pantat
setahu saya kalau dalam bahasa melayu / malaysia,pantat itu artinya vagina…
pantat (bahasa indonesia) kalau di minang lebih sering disebut “ikua” atau yg sedikit lebih kasar, “lancirik”.
July 15, 2011 at 1:29 am
dida
like this
August 2, 2011 at 2:40 pm
teni
wahhh..senangnya bisa belajar bahasa daerah minang..
mau nih,,,ama uda minang,,ada yang mau ndak ama awak
August 3, 2011 at 8:18 am
icha
saya sneng dnger’na sebagai orang minang ada yg mau blajar bhasa minang selain orang minang …
tpi saya informasikan sdkit bhasa minang itu bahasa nya ga smua nya sma tatapi mnrut daerahnya msing” seperti pariaman yg mnggunakan kta E di blakang nya oya ada sdikit tmbahan klo kta
“TIDAK MAU”=NAMUAH
September 19, 2011 at 3:16 pm
aul
“tidak mau” samo se indak niyo do
November 26, 2011 at 2:19 pm
Afifah Alya Inayati
kalau bahasa Minangnya duduk, makan, idur, mminum, sama berdiri apa ya? ada tugas Sosial…
December 13, 2011 at 3:02 am
T. Bustamam
Tambahin dikit :
- semir = semir, karena tidak ada istilah “samia” dalam bahasa Minang.
- Kata-kata asing dengan akhiran “at” menjadi “aik”, contoh :
adat = adaik, selamat = salamaik, ahad = akaik, barat = barat, debat = debaik
- Tidak semua kata dengan akhiran “a” menjadi “o”, contoh :
bisa (dapat) = bisa, merica = marica, kena = kanai, tentara = tantara
December 13, 2011 at 3:04 am
T. Bustamam
Maaf ralat : barat = baraik
January 31, 2012 at 7:54 am
pragmanocache
kebetulan saya lagi project di Padang, nice article.. very useful.
February 21, 2012 at 3:03 pm
fari warman
Waah… bagus jg artikel nya, i like. Nih aku tambahin utk artikel kamu:
Rumput=Rumpuik
Carut=Caruik
Loteng=Pagu, lotiang.
Belajar=Baraja
Bicara=Ngecek(berbicara=mangecek)
Air=Ayia
Nyinyir,cerewet=Nyinyia
Lupa=Lupo
Suka=Suko,ajan
Melompat=Malompek
Perkakas=Pakakeh
Sepeda Motor=Honda
Mobil=Oto
Sepeda=Kareta
Delman=Bendi
Pasar=Balai,pasa
Kantor=Kantua
Terjun=Tajun
Sakit=Sakik
Jatuh=Jatuah
Pergi=Pai
Sendiri=Surang
Ramai=Rami
Banget=Bana
Benar=Bana kedua kata tergantung penggunaan.
Contoh: Ramai banget orang nya (rami bana urangnyo).
Itu baru bana kecek paja tu (itu baru benar kata dia). Paja=Dia,inyo
Dinding=Dindiang
Ember=Embe
Teriak=Aria
Pekik=Pakiak
Lebat=Labek
Obat=Ubek
Terkilir=Takilia
Lemari=Lamari
Tidur=Lalok
Mabuk=Mabuak
Celana dalam=Anak sirawa
Singlet=Anak baju
Kepala=Kapalo
Leher=Lihia
Hidung=Iduang
Telinga=Talingo
Ketiak=Katiak
Belikat=Pangka langan
Lengan=Langan
Ibu jari=Ampu
Telunjuk=Tunjuak
Jari tengah=Jari tangah
Jari manis=Jari manih
Kelingking=Kalingkiang
Dada=Dado
Perut=Paruik
Pusar,pusat=Pusek
Penis=Godok,unggeh
Vagina=Popok,pepek,pantek
Ekor,pantat=Ikua
Paha=Paho
Lutut=Lutuik
Betis=Batiah
Tumit=Tumik
Mata=Mato
Lesung=Lasuang
Sekian dl ya, udah ngantuk. Lain kali saya tambahin. Daa…. 085765401629
March 16, 2012 at 1:15 am
sabriadi
saya sering d bilang gini sama teman saya orang minangm “amak ang tempik nyo lasua bana, patang den ancuak lah tapakiak nyo” saya masih penasaran apa artinya, tapi dia bilang itu artinya katanya “makan yang d bikin sama mama kamu enak bgt, kemaren aku nyari yg kak gini d pasar gx ada” apa benar itu artinya.. kebetulan saya orang manado..
April 11, 2012 at 3:37 pm
junaidi
sori bro. Itu artinya. Vagina ibumu kusut/keriput banget. Kmarin ku kawini menjerit dia
April 13, 2012 at 5:18 am
harry
itu anda kena tipu,, arti yang dalam bahasa indonesianya “mem*k mama kamu asyik banget, kemaren saya perkosa sampai dia menjerit”
itu hanya informasi sesama manusia, bukan untuk mengadu domba, penghinaan tersebut harus diluruskan…
salam saya asli 100% minang…
April 4, 2012 at 12:21 pm
tuthy putry maloha (@tutyputrymaloha)
Liiikkkee…..
sumpah, walapun ayah saya dari padang, saya ngk tau bahasa padang,.. hehe..
soalnya saya lahirnya d maluku utara…
udah lama pgen bljar bahasa padang…
jadi, makasih banyak bwt artikel ini..
April 5, 2012 at 6:55 pm
Jack tryper
Saya orang padang,asli…matap lah,buat blog ini..nabah diktik,yang jlas pantek bukan pantat,tp vagina..alias klamin wanita.
April 5, 2012 at 7:04 pm
Jack tryper
Pesan dr saya tidak baik ngucapin klimat pantek ke orang tua,saudara,krabat,tau ko orang tdak anda kenal,di daerah minang kabau,…tanks’..
April 5, 2012 at 7:11 pm
Jack tryper
Klau ada yang nambah pengetaunnya,dalam ber bahasa padang hubungi aja saya,saya asli orang padang..hp.085263537015..,jack.
April 22, 2012 at 9:01 am
Muhammad Hidayat
@Tuty Putry Maloha:
Ngana ana Malut mana kong? Kita me ana sana cewe, dari Tarnate, me skarang ada merantau di Jakarta kong.
@others:
Wak ndak asli Minang doh, tapi wak alah lanca bahaso tu mah, dek baraja jo kawan-kawan nan asli Minang di Jakarta.
(Aku bukan asli Minang, tetapi aku sudah lancar bahasa itu, karena belajar dengan teman-teman asli Minang di Jakarta.)
Jika ingin belajar bahasa Minang belajar sajalah kepadaku.
May 10, 2012 at 7:14 pm
yoga
posting yg menarik….
Salam urang awak…