Aku memiliki jenis rambut yang tidak perfectly straight. Ia memiliki gelombang-gelombang menyebalkan dan membuatku selalu tampak seperti singa tiap bangun dari tidur. Sedihnya, ini bukan gelombang-gelombang sempurna yang membuatku tampak glamour bak artis-artis perempuan di layar kaca. Ini sangat.. weird. Dan menyedihkan.
Aku terlahir dengan rambut yang sangat banyak. Ibuku adalah pemilik rambut terlebat di kota ini (OK, tidak juga sih). Karena senewen, aku memotong rambutku dan membentuknya menjadi beberapa layer sejak aku duduk di bangku kelas dua SMP (aku memotongnya sendiri, hingga ibuku marah karena gunting dan sisirku menyangkut di rambutku dengan sangat indahnya). Setelah peristiwa mutilasi itu, sampai sekarang rambutku tidak pernah selebat dulu. Oh ya, aku mulai menyiksa rambutku dengan obat pelurus rambut saat umur itu juga.
Obat pelurus tentu tidak berdampak pada rambut seumur hidupmu. Ramuan itu tidak akan berpengaruh pada rambut yang masih tertanam di kulit kepalamu. Artinya, rambut baru yang tumbuh tidak akan selurus rambut lama yang sudah ditreatment.
Akhirnya aku mulai bosan dengan pelurusan permanen. Aku menggantungkan diriku pada salon. Keramas, masker, creambath, kemudian blow dry atau catok. Manja sekali.
Kemudian aku terpikir membeli catok, karena kebiasaan bersalon ini tidak bersahabat sekali dengan dompetku. Aku beli catok blow, yang pelat pemanasnya tidak flat. Ia agak melengkung, membuatnya menghasilkan hasil catokan yang lurus alami dan tidak kaku. Very interesting. Aku membelinya di toko kosmetik Mutiara, timur jembatan layang Lempuyangan, Yogyakarta. Ini adalah iron termurah dari yang lain. Ya, aku merasa tak perlu membeli dengan sangat mahal karena aku mengonsumsinya sendiri. Jangan kaget, 185 ribu. Sebenarnya tidak begitu murah, karena kamu bisa mendapatkan yang berbanderol 40 ribu di swalayan-swalayan lain. But trust me. Don’t you make a joke with your lovely hair. Seratus delapan puluh lima ribu adalah worth it.
Dan hebatnya, aku bisa memaksa catok ini untuk membuat style wavy hair, or even curly. Aku tak perlu lagi membeli curling iron. Aku pertama kali melihat tutorialnya di Youtube. Bahkan ada yang mencontohkan pengeritingan rambut dengan catok yang platnya didesain untuk meluruskan rambut saja. Pengeritingan ini akan menghasilkan wavy dengan ukuran yang besar.
Kemarin aku menemukan cara baru mengeriting rambut tanpa iron. Because iron is a big sin of the girls. Aku bisa saja melakukannya dengan rol rambut. Tapi aku hanya punya rol dengan ukuran besar, yang tidak akan cocok untuk rambutku yang masih sepanjang tali BH.
Aku menggantinya dengan potongan tissue. Tissue kotak itu, potong menjadi dua bagian sama panjang (biar hemat). Bagi rambutmu. Membagi rambut jangan terlalu besar, agar nanti ketritingnya terlihat jelas. Gulung bagian-bagian rambutmu dengan tissue tersebut. Caranya? Jepit ujung rambut diantara tissue yang kamu lipat menyilang. Gulung helai-helai rambut tersebut sampai ke atas. Just twisting and rolling it. Kemudian kunci gulungan dengan mengikat kedua ujung tissue. Lakukan setelah keramas dan rambut masih sedikit basah.

Tunggu rambutmu kering tanpa hair dryer. Kamu bisa membaca, nonton TV, masak, atau foto-foto tidak jelas seperti saya.
Tunggu sampai rambutmu kering. Jangan dikeringkan dengan hair dryer. Kalau tidak sabar, keringkan dengan kipas angin saja. Setelah dirasa kering, lepaskan gulungan tissue satu per satu. Let it works naturally.
And voila! You have your hair curl! Bila perlu, tegaskan tekstur keritingnya dengan curl moose atau awetkan dengan hair spray. Keritingmu akan bertahan sampai dua atau tiga hari. Kamu bisa mengganti tissue dengan kertas yang agak elastis atau potongan kain-kain perca. Ini akan perfectly works untuk jenis rambut sepertiku. Jenis rambut yang dulu selalu kukutuk karena it’s not both curly and straight so i always yell every morning, “WHAT HAPPENED WITH MY FUCKING HAIR?”
So thank God if you have hair style like me. Karena kamu bisa treatment berbagai macam model rambut. Jangan lupa seimbangkan dengan shampoo yang sesuai dengan rambutmu, conditioner, masker dan vitamin.
NOTE: “Saya merasa bersalah karena artikel ini secara tidak langsung mengajak Anda untuk menabrak hukum ramah lingkungan. Penggunaan tissue adalah haram bagi Anda yang percaya bahwa bumi tengah kritis. Jadi saya beri rekomendasi lain untuk menggunakan bahan selain tissue/kertas. Misalnya potongan kain perca, seperti yang saya punya sekarang ini. Potongan kain tersebut bisa dipakai lagi untuk pengeritingan selanjutnya. Terima kasih.”







25 comments
Comments feed for this article
September 18, 2009 at 7:18 am
zulham
Keren juga rambutmu itu! He he. kata “catok” teringat kata bahasa aceh, kalo bahasa indonesianya “cangkul”
.
September 18, 2009 at 8:13 am
Arleta Fenty
ya po? hahaha
November 24, 2009 at 4:25 am
kezia
wow? beneran bs ya sist? jadi pengen coba
November 25, 2009 at 5:30 am
Arleta Fenty
bisa sista.. tp musti sabar nunggu hasilnya. gudluck!
December 26, 2009 at 10:25 am
yasmin
wow.keren.tp saya msi ga ngrti cara jepit rambut yg udah digulung pake tissue..??
thx
December 26, 2009 at 12:49 pm
Arleta Fenty
saya juga bingung menjelaskannya
. Anda bisa lihat di youtube.
August 10, 2010 at 12:51 pm
noi
beruntung sekarang udah “sadar” lingkungan
August 11, 2010 at 9:21 am
tmen smp
seinget gw, wktu smp rambut loe udah kriting gag karuan dweh….trus pasti ada sdikit rambut dr sisi kanan n’kiri yg nutupin mata…….tau dah…lupa-lupa inget….
September 23, 2010 at 4:10 am
Perm Your Hair Manual » Perm Your Hair
[...] http://arletafenty.wordpress.com/2009/09/18/mengeriting-rambut-tanpa-curling-iron-catok/ [...]
January 7, 2011 at 7:54 am
alvia love vierra
kakak aku mau ikutan dikeritingkan dong kakak
January 7, 2011 at 7:56 am
teman kerja
we perasaan rambut loe udah indah pake catiok segala lagi
March 10, 2011 at 5:20 am
Menul
Kalo aku pk kertas koran, sis. Bisa jg buat bkin rambut ikal ato keriting. Caranya sama persis sm yg dijelasin diatas, cm krn aku pendukung go green (halah) jd aku selama ini pk kertas koran, hehehe!
March 10, 2011 at 8:27 am
Arleta Fenty
yup aku juga nyesel sist angkat posting tentang pemborosan tissue T_T. aku ganti pake kain perca kok. jadi bisa dipale berkali-kali
June 12, 2011 at 1:26 am
caca
sist,,rmbt ak lurus dr kcil,pake metode yg sist tnjukin bs kriting ga y,o ya,biar awt smp sebulan an gmn sist?
June 15, 2011 at 4:45 am
Arleta Fenty
kalau mau awet pakai obat sis
cari salon yang recommended
July 7, 2011 at 10:00 am
Park Shin Bom
tpi gmana crax
September 21, 2011 at 1:17 am
Nita Safitri
waaaw!!! it works.. , tapi cm tahan 1 hari di rambut sy
October 21, 2011 at 12:58 pm
Dini
Iya keren bgt. Tp aku masih bingung gimana cara nya. But i will try haha
December 9, 2011 at 10:05 am
Fida Nur Salma
itu kn rambutny basah.. trus kalo misalnya pake tisu, apa tisunya gk ancur pas kena basah?
December 14, 2011 at 2:21 pm
dewi
idenya cemerlang,,,i like
January 2, 2012 at 3:39 pm
chyska
q da sring cba tpi pkek kertas koran…
February 3, 2012 at 9:25 am
ajengg
pake kertas koran bisa , yang paling bagus pake kertas aluminium . hehe
kalo mau agak lama, sebelum diputer, dikasih foam sama hair spray . kalo mau dikeriting pagi , dari malem udah digituin , dipake tidur aja gapapa
February 29, 2012 at 8:39 pm
roxy
ngefaaaaaaannnsss deeeh ama sist ><
March 23, 2012 at 5:19 am
octa
kalau di youtobe apa judulnya ?
April 21, 2012 at 7:23 am
NY
ai masi bingung cara gulung gulung pake tissue nya ._. poorme