Pertamina memberi kesempatan untuk para blogger menunjukkan kelihaiannya bermain-main dengan Search Engine Optimization (SEO). Kompetisi bertajuk Pertamina Blog Contest ini menyusul perhelatan dies natalies PT Pertamina (Persero) ke-52. Kompetisi ini menarik. Ini adalah reward yang ditunggu-tunggu para blogger yang ingin berkarya.

Dalam Frequently Asked Question (FAQ), dijelaskan bahwa kompetisi ini bukan murni sebuah kontes SEO. SEO adalah suatu teknik untuk menjadikan suatu website mudah ditemukan oleh mesin pencari, seperti Google. Meskipun menjadi salah satu unsur penilaian, artikel yang benar-benar berupa review dan harapan tentang Pertamina tetap menjadi pertimbangan utama. Namun, semakin baik posisi blog dalam mesin pencari Google, semakin tinggi nilai yang diberikan. Kata kunci yang dioptimalisasi adalah “Kerja Keras Adalah Energi Kita”.

Menarik melihat gelombang euphoria kontes ini. Menyaksikan master-master SEO berakrobat menyulap blog mereka agar dilirik oleh juri-juri yang berwenang. Saya pun tidak sengaja kecipratan histeria itu, karena orang-orang di lingkungan studi saya, STMIK Amikom Yogyakarta, akrab dengan hal-hal semacam ini.

Saya tak ingin ikut bermuluk-muluk. Banyaknya peserta dan ilmu SEO saya yang masih kerdil sepertinya membangunkan saya sebelum mulai bermimpi menjadi salah satu yang dinominasikan.

Tapi saya melihat peluang lain dari adanya kompetisi ini. Saya punya sedikit hal yang mengusik rasa kemanusiaan saya. Ini berhubungan dengan sebuah program yang sedang digalakkan Pertamina. Saya rasa, dengan adanya kompetisi ini, suara saya memiliki kemungkinan untuk didengar oleh Pertamina yang mereview artikel-artikel yang di-submit oleh peserta.

SENYUM, SALAM, SAPA

Salut saat membaca kalimat “Kerja Keras Adalah Energi Kita”. Seolah-olah tradisi bekerja keras di Pertamina seperti kegiatan bernapas saja. Seolah dalam Pertamina, bekerja keras bukan sebagai kewajiban, tapi menjadi bahan bakar energi untuk menumbuhkan semangat menjadi yang terdepan dan berkualitas.

Semakin salut setelah Pertamina meluncurkan Program Senyum Pertamina pada 2007. Pertamina membudayakan bekerja keras sambil tersenyum! Benar-benar upaya untuk membentuk lingkungan kerja dengan energi positif dan berkualitas.

Oktober tahun sebelumnya, GM UPms III Achmad  Faisal berkomentar tentang SPBU percontohan yang telah siap memberikan pelayanan terbaiknya untuk konsumen. Pelayanan tersebut meliputi kesiapan segi tampilan SPBU, kesiapan operator dan sistem angkutannya yaitu transportasi BBM pola baru (Media Pertamina Edisi No. : 44/XLII , 30 Oktober 2006). Kesiapan para operator yang dimaksud antara lain dengan menerapkan 3S, yaitu senyum, salam, dan sapa.

Sekarang, kita terbiasa dengan pemandangan ini. Operator SPBU, selalu rajin memberi tahu konsumen bahwa angka pada dispenser menunjuk angka nol, sambil tersenyum! Hebat sekali.

Jangan menyepelekan kegiatan menarik ujung bibir ini. Dalam Patch Adams, film drama komedi yang diproduksi tahun 1998 dan mengangkat kisah nyata Dr. Hunter Patch Adams, ada satu kutipan menarik yang diucapkan Patch yang diperankan Robin Williams tersebut.“Jika tersenyum, otak mereka mengeluarkan seretonin yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka,” sahut Patch begitu kepergok dekan fakultas kedokteran tempat ia kuliah, saat ia sedang mengajak bercanda para pasien di bangsal rumah sakit.

Banyak orang mengaitkan teori senyum dan kekebalan tubuh ini dengan mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Usianya yang panjang dan masa berkuasanya yang lama banyak dihubungan-hubungkan dengan kebiasaan khasnya untuk tersenyum.

Namun lebih dari itu, senyum memiliki energi luar biasa bagi lingkungan di sekitarnya. Lingkungan kerja yang membudayakan senyum tentunya memberi kenyamanan, baik bagi diri sendiri maupun bagi konsumen.

SENYUM YANG MENGANCAM

Saya pertama kali membaca ulasan tentang budaya senyum di Pertamina, dalam sebuah note di Facebook. Judulnya, Di Balik Senyum Petugas Pom Bensin. Artikel ini menggelitik saya, karena saya memiliki kegundahan yang sama dengan penulis.

Adakah dari Anda yang merasa baik-baik saja berinteraksi lama dengan uap bensin? Kalau saya boleh menebak, keluhan yang akan paling sering dialami adalah dada yang terasa sesak dan kepala yang pusing. Saya tidak tau apakah sudah ada yang melakukan riset tentang ini, tapi kedua keluhan tersebut sepertinya sudah bisa dicurigai sebagai gejala yang cukup gawat. Kita bicara tentang petugas pom bensin, yang kurang lebih delapan jam berinteraksi dengan uap bensin. Dalam durasi selama itu, apakah tidak kejam membiarkan mereka berdamai dengan uap bensin yang mungkin membahayakan kesehatan mereka?

Kalau bahaya itu benar adanya, Program Senyum ini berarti ironis. Karena aturan untuk tersenyum otomatis tidak membolehkan mereka menutup hidung dan mulut dengan masker. Padahal masker mungkin bisa menjadi salah satu cara meminimalisasikan efek samping uap bensin bagi kesehatan mereka. Senyum yang diharapkan membangun energi positif dan bertujuan memberi kepuasan bagi konsumen, ternyata menyembunyikan sebuah ancaman yang tidak bisa dianggap enteng.

Saya pribadi, merasa akan tetap baik-baik saja walaupun dalam transaksi pembelian bensin, saya disambut petugas pom bensin yang bermasker. Saya akan tetap membeli bensin walaupun tidak melihat senyum petugas bensin, atau bahkan walaupun mereka tidak tersenyum sama sekali. Keramahan dalam menunjukkan angka nol pada dispenser sudah cukup untuk menjadikan kegiatan transaksi tidak membuat saya senewen. Dan yang pasti, tidak akan menghentikan saya membeli bensin kan?

Dengan tulisan ini, saya memiliki harapan agar Pertamina lebih menjamin kesejahteraan seluruh elemen pegawainya, termasuk jaminan untuk tidak menjadikan pekerjaan mereka memiliki bahaya jahat yang tersembunyi. Toh faktor kesehatan adalah nomor wahid untuk kualitas kerja yang maksimal kan?

Semoga Pertamina merasa perlu untuk melakukan sosialisasi pemakaian masker bagi para operator SPBU, sehingga bukan kerja keras biasa yang menyulut energi mereka untuk bekerja. Melainkan kerja keras yang juga sadar akan keamanan bekerja. Karena slogan “Kerja Keras Adalah Energi Kita”, adalah kerja keras yang substansinya, memberi energi positif bagi siapa saja.

Terima kasih. Sukses selalu untuk PT Pertamina (Persero).

Support Me

Kerja Keras Adalah Energi Kita